Kata Nasihat Seputar Pacaran Dalam Islam



Cinta merupakan naluri alamiah yang Allah tetapkan bagi manusia. Bisakah manusia hidup tanpa cinta? pastinya kita tahu ketika semua itu dihadapkan ke ranah agama. Marilah kita bertanya, apakah ada manusia yang hidup tanpa mencintai dan dicintai oleh siapa pun? mungkinkah? tentu bisa dikatakan semua itu tidak mungkin. Tak seorang pun sanggup hidup tanpa cinta.

Cinta merupakan fitrah dan naluri. Seandainya Allah tidak menanamkan cinta pada diri manusia, pastilah mereka tak punya harapan untuk bertahan hidup dan berketurunan. Naluri itulah yang menjadi sebab dunia ini tetap ada. Jadi, kita tidak mungkin menghancurkan naluri tersebut. Tidak mungkin kita menghapuskannya dari kehidupan kita dan mengabaikannya begitu saja.

Naluri cinta telah ada sejak awal manusia hidup, sejak Nabi Adam as. berada di surga. Ia merasa kesepian, ada hal yang dirasa kurang dalam dirinya. Adam as. merasa butuh kehadiran Hawa. Bukan hal omong kosong, melainkan kisah dalam hadis Rasulullah saw. saat Nabi Adam as. sedang tidur, Allah swt. menciptakan dari tulang rusuknya Hawa. Kemudian, ia terbangun dan melihat Hawa telah berada di sampingnya. Ia bertanya, "Siapa kamu?" "Seorang perempuan," jawabnya. Adam as. kembali bertanya, Siapa namamu?"
"Hawa"
"Mengapa kamu diciptakan?"
"Agar engkau merasa tentram bersamaku."

Dapat disimpulkan dengan kata lain, Hawa merupakan simbol ketenangan. "Agar engkau merasa tentram bersamaku."

Islam dan Pacaran

Sekarang mari kita bertolak kepada cinta yang diawali dengan proses pacaran. Tentu saja, ini merupakan cara yang sangat mengherankan. Seorang pemuda yang merasa bersalah malah berusaha memperbaiki kesalahannya dengan menambah kesalahan yang lain. Karena kemampuan dan kondisi sosialnya tidak mendukungnya untuk menikah saat masih kuliah, ia pun memberanikan diri untuk melakukan perkawinan diam-diam / bahkan hubungan yang tidak sah sehingga menimbulkan perbuatan zina. (Na'uzubillah min zalik)

Dalam Islam ada dalil yang menunjukkan bahwa pacaran haram. Telah ditunjukkan dalilnya dalam al-Qur'an surah an-Nisa' ayat 25 Allah berfirman: "...dan bukan pula wanita yang mengambil laki-laki lain sebagai piaraan."

Maksudnya, seorang wanita tidak boleh memiliki hubungan pacaran dengan laki-laki. Sebab, tabiat dan jiwa wanita cepat hancur ketika hubungannya gagal. Ia merasa dirinya hina, hancur, dan jauh dari keluarga.

Kemudian lantas bagaimana? apakah antara pria dan wanita tidak bermanfaat? artinya antara mereka tidak boleh saling berkomunikasi, atau apakah ketika seorang pria bertemu dengan wanita / sebaliknya langsung berlindung kepada Allah?!, berlari menghindar.

Dalam Islam, hubungan paling utama adalah hubungan persaudaraan. Jadi, ada pergaulan yanag diperbolehkan antara laki-laki dan perempuan. Namun, ada batasan-batasan tertentu agar tidak merusak diri dan tidak mendatangkan murka Allah swt. Misalnya, hubungan hanya sebatas hubungan pertemanan, tidak diperbolehkan ada kata-kata atau perbuatan yang dapat memancing terjadinya gejolak hati. Tips-nya cukup kita berkata selama ada kepentingan tertentu (yang dibenarkan Islam).

Berpacaranlah setelah menikah !! itulah yang menjadi pokok pada nasihat tulisan ini. Semoga bermanfaat.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kata Nasihat Seputar Pacaran Dalam Islam"

Post a Comment